Sleman, metroraya.id – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana dan Program Magister Periode I Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung. Slamet Rijadi, Student Center UAJY. Sabtu, 29/11/2025.
Pada momen istimewa ini, UAJY meluluskan sebanyak 433 wisudawan, dengan rincian 398 Program Sarjana (S1) dan 35 Program Magister (S2). Jumlah wisudawan dengan predikat cumlaude sebanyak 76 orang. Lulusan UAJY sampai dengan Periode I Tahun 2025/2026 kali ini berjumlah 59.150 orang dengan rincian 55.820 dari Program Sarjana dan 3.326 dari program Magister serta 14 dari program profesi.
Pada wisuda kali ini lulusan Program Sarjana dengan IPK tertinggi 3,96 diraih oleh Hanny Lusiani dari Prodi Akuntansi. Sedangkan untuk Program Magister IPK tertinggi 4,00 diraih oleh Jessica Natalia Cristanti dari Prodi Teknik Sipil dan Bieffe Annelis Ashita dari Prodi Teknik Sipil. Sedangkan lulusan termuda adalah Meys Tupamahu dari Prodi Teknik Sipil yang lahir di Ambon pada 8 Mei 2005.
Yermia Prameswari, mahasiswa Fakultas Teknobiologi, terpilih menjadi perwakilan dari wisudawan dalam menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Yermia menceritakan perjalanan akademiknya, pengalaman organisasi, dan perjuangannya hingga menuntaskan studi. Yermia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UAJY.
“Hari ini juga menjadi momentum bagi saya untuk mengucapkan terima kasih kepada UAJY. Saya merupakan salah satu mahasiswa penerima Beasiswa Program Seleksi Beasiswa Berprestasi (PSBB), dan dukungan ini menjadi bagian penting dari perjalanan akademik saya hingga berada di titik ini,” ungkapnya.
Ir. Ar. Blasius Lukkie Putranto, S.T., IAI., HDII., hadir sebagai perwakilan alumni dan memberikan sambutan serta ucapan selamat kepada para wisudawan. Dalam pesannya, ia menyampaikan bahwa mimpi bukan tujuan akhir, melainkan kompas yang menunjukkan arah. Perjalanan menuju mimpi mungkin tidak selalu lurus, namun setiap langkah memiliki arti. Ia mengingatkan para lulusan untuk tidak takut gagal karena kegagalan adalah tiket belajar, bukan tiket pulang.
“Jangan berhenti mencoba. Terkadang pintu tidak terbuka bukan karena kita tidak layak, tetapi karena waktunya belum tepat. Ingat, karakter dan integritas adalah fondasi utama. Pada akhirnya, orang akan memilih bekerja denganmu bukan karena IPK-mu, tetapi karena integritasmu,” jelas Lukkie.
Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., dalam pidatonya menyoroti kondisi moral bangsa yang kian memprihatinkan, ditandai dengan maraknya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan ekonomi, dan rendahnya literasi masyarakat. Ia mengkritisi ironi besar bangsa: teknologi berkembang pesat dan smartphone digunakan secara masif, tetapi kemampuan berpikir kritis, empati, dan kesadaran sosial justru melemah akibat kecanduan digital.
“Negeri ini tidak akan berubah selama kekuasaan lebih sibuk membangun citra daripada mendengarkan nurani. Demokrasi tanpa kritik hanyalah monarki berkedok suara rakyat. Karena itu, perubahan harus dimulai dari diri kita: menjaga integritas, berani berpikir kritis, dan tidak mudah diperdaya oleh kemasan digital,” jelas Nurhartanto.
Rektor juga mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah wisuda hari ini dan mengajak seluruh wisudawan untuk menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga.
”Kini kami hanya dapat mengamati dari jauh, teriring doa agar anda sukses, karena tidak ada kebahagian yang lebih besar bagi seorang pendidik selain melihat anak didiknya sukses, tutup Nurhartanto. *Rls. Rochmad.
