Sleman, metroraya.id – Lomba Debat Indonesia (LDI) 2025 kembali berlanjut pada Jumat (28/11/2025) dengan atmosfer kompetitif yang semakin meningkat. Memasuki babak penyisihan kedua dan Octofinal Round, ratusan siswa dari 38 provinsi serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) kembali bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang debat tingkat nasional ini yang digelar di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Seluruh peserta beradu argumentasi dalam dua kategori utama, yaitu Debat Bahasa Indonesia dan Debat Bahasa Inggris. Kedua kategori tersebut menjadi bagian penting dari proses seleksi untuk menentukan peserta yang akan melangkah ke babak perempat final dan seterusnya.
Sama seperti hari sebelumnya, Debat Bahasa Indonesia berlangsung di Kampus II dan Kampus IV, sedangkan Debat Bahasa Inggris berlangsung di Kampus III, UAJY. Rangkaian debat berlangsung dalam tiga babak. Tahap seleksi dimulai dengan dua babak debat, yang kemudian dengan babak penyisihan untuk 16 tim terbaik masing-masing cabang debat.
Berikut 8 tim terbaik pada Debat Bahasa Indonesia:
- Bali
- Kalimantan Timur
- D.K.I Jakarta
- D.I Yogyakarta
- Banten
- Lampung
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Utara
Berikut 8 tim terbaik pada Debat Bahasa Inggris:
- Banten
- Bali
- Riau
- DKI Jakarta
- Sumatera Utara
- Sulawesi Selatan
- Jawa Barat
- Kepulauan Riau
Radin, salah satu perwakilan tim debat dari Provinsi D.I. Yogyakarta yang berhasil lolos ke babak 8 besar menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.
“Perjalanan menuju tahap ini merupakan proses yang panjang, jadi ketika akhirnya kami lolos, rasanya benar-benar puas dan senang. Debat hari ini juga menjadi salah satu debat paling melelahkan yang pernah kami hadapi,” ungkapnya.
Yefrina dari tim D.I Yogyakarta juga menambahkan bahwa pengalaman mengikuti LDI tahun ini memberikan banyak kenangan berharga.
“Kami senang bisa bertemu teman-teman baru dari berbagai provinsi. Semoga pada babak perempat final hingga grand final nanti, kami bisa memberikan yang terbaik,” tambahnya. *Rls. Rochmad.
