FOTO: Ilustrasi Gemini.ai

Sleman, metroraya.id – Seorang warga yang rutin berolahraga di area sekitar Candi Prambanan ditolak masuk oleh petugas keamanan. Rabu, 26/11/25.

Penolakan dilakukan dengan alasan adanya kunjungan internal dari In Journey. Padahal olah raga dilakukan pada waktu sangat pagi.

Pembatasan akses warga lokal terhadap kawasan Taman Wisata Candi Prambanan TWC kembali menimbulkan ketegangan.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu menyebut dirinya telah tiba pada pukul 05.25 WIB, waktu yang selama ini diperbolehkan untuk jogging di kawasan tersebut. Namun ia diminta pulang oleh petugas.

“Saya biasa masuk pagi untuk lari. Tadi tiba-tiba tidak boleh. Katanya ada kunjungan. Dulu kami digusur, sekarang mau olahraga saja tidak boleh,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Sehubungan dengan peristiwa ini, Sigit Purwita selaku tokoh masyarakat Desa Bokoharjo menilai, Taman Wisata Candi Prambanan yang merupakan kawasan peninggalan leluhur kini semakin lama menjelma menjadi ruang eksklusif, tanpa mempertimbangkan keberadaan masyarakat lokal.

Selain pembatasan akses, pihaknya juga banyak menerima laporan warga keresahan atas penyelenggaraan konser dan pertunjukan berskala besar di lingkungan candi yang semakin sering.

Suara musik yang keras, terutama saat pemeriksaan tata suara pada malam hari, dianggap mengganggu ketenangan pemukiman.

“Kadang kaca rumah sampai bergetar. Tidak pernah ada pemberitahuan, apalagi kompensasi,” ujar Sigit.

Ditambahkan Sigit, selama ini penyelenggara tidak pernah memberikan informasi resmi mengenai jadwal event maupun potensi dampak kebisingan sehingga warga merasa lingkungan mereka dikorbankan atas kepentingan komersial tanpa kompensasi serupiahpun.

Pembatasan akses ini, lanjut Sigit, menambah daftar kekecewaan terhadap manajemen Taman Wisata Candi Prambanan.

Sebelumnya, warga dilarang berdagang di Kawasan Lapangan Rakai Pikatan yang biasa dilakukan setiap hari Minggu Pagi.

Selain itu, manajemen TWC Candi Prambanan juga menutup akses bagi warga sekitar yang hendak menyaksikan hewan Kijang dari luar pagar dengan menanam pohon bambu, sehingga mengesankan pihak manajemen Taman Wisata Candi Prambanan semakin ekslusif.

Sampai berita ini diturunkan, sejumlah media telah berusaha melakukan konfirmasi kepada Pimpinan Taman Wisata Candi Prambanan melalui General Manager TWC, Ratno Timur.

Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen.  (*rochamd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *