Mantri Kemantren Mantrijeron, Narotama, S.STP. M.Si., Bersama Stand Kuliner Dari Kelurahan Gedongkiwo. Foto: metroraya.id
Yogyakarta, metroraya.id – Halaman Kemantren Mantrijeron pada Jumat pagi 12 November 2025, tampak penuh dengan aktivitas yang menarik perhatian warga. Diawali dengan senam bersama di halaman Kemantren Mantrijeron, Jl. D.I Panjaitan, Mantrijeron, Yogyakarta kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis persembahan dari Puskemas Mantrijeron, lomba mewarnai anak kelompok TK serta pentas seni dari anak.
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian-bagian dari rangkaian event Bazar UMKM Mantrijero 2025. Jumat, 21/11/25.
Seperti yang disebutkan oleh Ketua Forkom UMKM Mantrijeron, Jardi, bahwa diharapkan dengan adanya event Bazar UMKM ini, masyarakat akan lebih perhatian terhadap keberadaan UMKM. UMKM bisa tetap eksis meski haru melewati masa krisis. Event bazar seperti ini menjadi semacam katalisator yang mempercepat perputaran ekonomi. “Pada Bazar UMKM kali ini ada 4 stand craft & fashion dan 9 stand untuk UMKM kuliner tradisional,” jelas owner Peci Batik Jogokaryan.
Kegiatan pendorong peningkatan perekonomian hasil kerja sama dengan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Yogyakarta ini baru pertama kali diselenggarakan. Pada gelaran kali ini ditargetkan transaksi dalam sehari mencapai 10 juta, dengan 4 stand craft fashion dan 9 stand UMKM kuliner yang berpartisipasi.

Sementara itu Mantri Kemantren Mantrijeron, Narotama, S.STP. M.Si. kepada metroraya.id mengatakan bahwa kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Yogyakarta yang diagendakan di 14 kemantren. Hari ini merupakan gilirannya Kemantren Mantrijeron sebagai penyelenggara. Berkolaborasi dengan stakeholder setempat, menjadi upaya yang tepat dalam mewujudkan penyelenggaran event yang lebih efektif. “Kami harapkan bazar seperti ini berdampak pada peningkatan pendapatan UMKM sehingga perputaran ekomomi dan laju perekonomian di masyarakat meningkat,” ujar Mantri Mantrijeron.
Sri Istriyah pelaku UMKM asal Kelurahan Gedongkiwo yang berkesempatan membuka salah satu stand kuliner di event ini mengungkapkan telah beberapa kali mengikuti pameran dan pada momen ini adalah kali kelima yang ia ikuti kegiatan semacam ini. Menurutnya, meski Bazar UMKM Mantrijeron 2025 yang bekerja sama dengan Dinkop UMKM Kota Yogyakarta 2025 ini baru pertama kali diadakan, omset penjualan yang Ia dapatkan cukup memuasakan, “Semoga UMKM lebih maju dan ke depan sering diadakan event bazar seperti ini sebagai wadah pelaku UMKM mengenalkan dan menggelar produknya,” pungkas pengusaha bakpia mletek ini penuh harap. *Pewarta: Rochmad | Editor: Retnowati.
