Bantul, metroraya.id – Jembatan Pandansimo yang kini sudah berubah namanya menjadi Jembatan Kabanaran, setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu 19 November 2025, menjelma menjadi sebuah mahakarya infrastruktur yang memadukan keindahan alam dan kekayaan budaya.
Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo ini merupakan bagian dari Jalan Lintas Selatan Jawa dan menjadi jembatan terpanjang di provinsi DIY dan terpanjang ketiga di Pulau Jawa, dengan panjang 2,3 km. Pembangunannya dimulai pada November 2023 dan selesai pada Juli 2025.
Bupati Kabupaten Bantul, Abdul Halim Muslih yang turut hadir dalam peresmian Jembatan Kabanaran, kepada metroraya.id menyampaikan bahwa dengan diresmikannya Jembatan Kabanaran ini diharapkan akan semakin memperluas akses perekonomian di kawasan selatan D.I. Yogyakarta. Distribusi barang dan jasa semakin lancar. Konektivitas antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo juga semakin meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jembatan Kabanaran salah satu proyek nasional di wilayah bantul bersama jembatan Kretek 2 dan Kelok 23, membuka akses yang makin luas bagi kawasan selatan DIY, menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi melalui investasi sektor pariwisata, kelautan-perikanan dan industry,” ujar Halim Muslih.

Presiden Prabowo sendiri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam meningkatkan pemerataan ekonomi serta kualitas hidup masyarakat.
“Ini nanti akan diharapkan mempermudah konektivitas, mempermudah akses juga kepada daerah yang begitu indah, begitu penting dalam budaya Jawa, penuh spiritualitas dan kita mendengar ada rencana-rencana untuk membangun kawasan ini untuk mendukung pariwisata, mungkin akan ada hotel-hotel yang bagus, fasilitas-fasilitas karena kita harus dorong pariwisata, karena pariwisata adalah penyumbang devisa yang sangat besar dan adalah penyerap lapangan kerja yang sangat besar pula,” harap Presiden Prabowo, saat memberi sambutan dalam peresmian Jembatan Kabanaran. Rabu, 19/11/25.
Dengan desainnya yang elegan, jembatan ini bukan hanya sekedar penghubung antar wilayah, tapi diharapkan dapat membuka jalan bagi kemajuan ekonomi lokal dan pariwisata yang berkelanjutan. * Pewarta: Rochmad | Editor: Retnowati.
