Indramayu, metroraya.id – Politeknik Negeri Indramayu Polindra beserta seluruh sivitas akademika menyampaikan duka mendalam atas insiden di Sungai Cimanuk, tepatnya di area Bendungan Karet Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, yang melibatkan mahasiswa Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam KOMPA Polindra. Sabtu ,8/11/25.
Tragedi perahu karet yang mereka tumpangi terbalik dan terseret arus deras, menyebabkan 2 orang mahasiswa hilang dan masih dalam pencarian, sedangkan lima mahasiswa lainnya berhasil diselamatkan oleh warga setempat. Tim gabungan dari BPBD, SAR, dan pihak kepolisian bersama warga tengah dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif.
Kegiatan rafting yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut bukan kegiatan resmi yang mengatasnamakan institusi Politeknik Negeri Indramayu. Kegiatan ini merupakan inisiatif internal mahasiswa, dan tidak terdapat pemberitahuan maupun konfirmasi kepada pihak kampus terkait pelaksanaan kegiatan di aliran Sungai Cimanuk.
Atas kejadian ini, Direktur beserta sivitas akademika menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga seluruh korban. “Kami mendoakan agar mahasiswa yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan, serta mahasiswa yang selamat diberi pemulihan cepat, sehat, dan dapat beraktivitas kembali,” ungkap Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T Direktur Politeknik Negeri Indramayu.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian, Politeknik Negeri Indramayu telah dan sedang melakukan pendampingan langsung di lokasi pencarian kepada keluarga korban. Koordinasi intensif dengan Tim SAR Gabungan juga dilakukan dalam proses pencarian. Pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikologis (trauma healing) bagi mahasiswa yang selamat, pendampingan akademik dan pemulihan kondisi bagi korban selamat, pembentukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan organisasi kemahasiswaan, khususnya terkait prosedur keselamatan, perizinan, dan mitigasi risiko kegiatan luar ruang.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Indramayu, Polres Indramayu, BPBD Indramayu, Kodim Indramayu, relawan, serta semua pihak yang terlibat dalam upaya pencarian dan penanganan di lapangan. Tim Politeknik Negeri Indramayu terus berada di lokasi, mendampingi keluarga dan memantau perkembangan,” imbuh Rais Faisal Akyar, ST. M.Eng. Kepala Bagian PKU. *Pewarta: Rochmad.
