Bantul, metroraya.id – Jogja Fashion Week JFW 2025 resmi menutup tirainya di Jogja Expo Centre JEC, Jl. Raya Janti, Wonocatur, Banguntapan, Bantul. Minggu, 10/8/25 dengan pencapaian manis. Dari 135 peserta pameran, tiga terbaik memboyong penghargaan, transaksi dagang tembus Rp2,2 miliar, dan jumlah pengunjung mencatat rekor baru.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag DIY, Yuna Pancawati SE, M.Si, menyebutkan bahwa tahun ini pihaknya menghadirkan lebih banyak sesi fashion show dibandingkan tahun sebelumnya. “Setiap sesi rata-rata dihadiri lebih dari 500 pengunjung dari berbagai kota,”jelasnya.
Selain peragaan busana, JFW 2025 juga menggelar agenda Business Matching yang akan ditindaklanjuti dengan buyer potensial. Kompetisi desain menjadi salah satu sorotan, diikuti para desainer muda yang memperebutkan hadiah tunai Rp17 juta dan trofi bergengsi.
Dari sisi bisnis, Yuna mengungkapkan total transaksi penjualan selama event mencapai Rp2,2 miliar, naik sekitar 8 persen dibanding tahun lalu. Lonjakan juga terjadi pada jumlah pengunjung yang menembus 15 juta orang, bertambah 11 persen dari tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa Jogja Fashion Week semakin diminati, baik oleh pelaku industri maupun masyarakat umum,” ujarnya. Ia memastikan event serupa akan kembali digelar pada Agustus 2026 dengan konsep yang lebih segar dan rangkaian kegiatan yang lebih variatif.

Ditempat yang sama Ice Kusumaningrum peserta pameran yang tampil pada Booth Kusumavignette Batik mengemukakan batik salah satu warisan budaya yang sudah di akui oleh UNESCO sudah menjadi ikon terkenal di mata dunia, “Berharap batik sebagai warisan budaya leluhur selalu berkembang dengan bermacam inovasi dan bisa dikembangkan dengan produk lainnya seperti kerajinan tas sepatu dan Asesoris yang dikombinasikan dengan batik, “harapnya.
Dengan berakhirnya JFW 2025, industri fashion Yogyakarta diharapkan terus memanfaatkan momentum ini, menjadikan karya lokal yang tidak hanya bersaing ditingkat nasional, tapi juga merambah pasar internasional. * Pewarta: Rochmad/ Editor: Retnowati.
