Sleman, metroraya.id – Laporan Tahunan Yayasan Bakti KAMAJAYA Indonesia 2025 digelar bertepatan dengan ulang tahun ke-8 KAMAJAYA Scholarship yang dihadiri alumni dari lintas fakultas. Sabtu, 2/7/25.

Acara berlangsung di Ruang Auditorium lantai 3 Kampus II Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jl. Babarsari, Depok Sleman.

KAMAJAYA Scholarship merupakan program bantuan beasiswa yang diprakarsai oleh alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu atau mahasiswa yang terancam putus kuliah karena orang tuanya jatuh sakit, meninggal dunia, bangkrut, di-PHK dan lain-lain dikarenakan keterbatasan finansial.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Ir. Yosef Daryanto, S.T. M.Sc., Ph.D., mengungkapkan rasa syukurnya Yayasan Bakti KAMAJAYA Indonesia telah banyak berperan terhadap UAJY khususnya melalui program KAMAJAYA Scholarship telah banyak membantu mahasiswa UAJY yang sedang melangsungkan pendidikannya namun, mengalami permasalahan finansial sehingga mengancam keberlanjutan pendidikannya.

Sebagai konseptor Beasiswa KAMAJAYA, Hadisantono, dosen dan alumni UAJY, menyadari bahwa program beasiswa yang tujuannya semata-mata untuk menyelamatkan mahasiswa yang terancam putus kuliah tanpa memperhatikan nilai akademik adalah sebuah terobosan yang sangat berani. Sangat tidak mudah untuk meyakinkan para calon donatur bahwa anak-anak yang nilai akademiknya pas-pasan bahkan kurang itu layak diberi beasiswa dan pemberian beasiswa itu tidak sia-sia.

Seperti yang diterangkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Kamajaya Dr. Ir. Desiserius Viby Indrayana, S.T., M.M., M.T., IPU., ASEAN Eng., ACPE. bahwa usia 8 tahun bukanlah sekedar angka, melainkan simbol dari ketekunan, komitmen dan kasih yang terus hidup dan berkembang dalam semangat serta keteguhan alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang tergabung dalam KAMAJAYA. “Untuk mendapatkan proses beasiswa sendiri di zaman saat ini juga untuk mengumpulkannya juga tidak mudah, karena kita benar-benar mengharap keikhlasan dari para donatur untuk dapat menyisihkan sebagian yang mereka miliki untuk didedikasikan kepada adik-adik ini,” ujarnya.

“Harapan saya tiada lain adik-adik itu melakukan feedback dengan fokus dalam perkuliahan dan tentunya dengan prestasi yang gemilang, karena mereka sudah tidak dibebani oleh segala pembiayaan dan keperluan kuliah,” harap Veby Indrayana yang juga sebagai Direktur Tata Kelola Ibu Kota Nusantara.

Dalam laporan panitia, selama delapan tahun berdirinya KAMAJAYA Scholarship, saat ini Beasiswa KAMAJAYA pada Tahun Anggaran 2025/2026, telah memberikan beasiswa kepada 176 mahasiswa, 103 diantaranya sudah lulus dan diwisuda. Beasiswa yang disalurkan telah mencapai Rp. 4.326.174.000,00 (per Juni 2025). Alumni dari Beasiswa KAMAJAYA yang sudah bekerja mempunyai kewajiban untuk mengembangkan program ini dengan menjadi donatur selanjutnya.

Brigitta Pramesthi Saraswati Alumni Arsitektur Saat Membagi Pengalamannya Sebagai Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angakatan 3. Foto: Metroraya.id

Terimakasih disampaikan kepada alumni yang tergabung dalam wadah KAMAJAYA melalui program beasiswa KAMAJAYA Scholarship, yang telah menunjukkan kepedulian dan kemurahan hati. Uluran tangan yang diberikan tidak hanya membantu meringankan beban finansial, tetapi juga menyalakan harapan pendidikan.

Salah satu penerima beasiswa angkatan ke-3 Brigita Pramesthi Saraswati yang saat ini tengah berkarier di perusahaan penerbitan buku Anak Hebat Indonesia, mengungkapan rasa syukur dan terimakasih atas program KAMAJAYA Scholarship yang diterimanya dan bagi juniornya.  * Penulis/ Editor: Rochmad/ Retnowati

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *