Yogyakarta, metroraya.id – Konferensi Regional Pesantren tahun 2025 mengangkat tema “Menguatkan Kemandirian dengan Adaptasi dan Inovasi”. Ini merupakan komitmen Dewan Pimpinan Wilayah PKB DIY bersama Pimpinan Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU DIY yang akan diselenggrakan pada Minggu, 10/8/25 di Hotel Grand Tjokro, Jl. Afandi, Gejayan, Sleman.

Acara akan digelar dalam bentuk Simposium dan Forum Group Discussion yang menghadirkan para pakar untuk membahas transformasi pesantren di tengah stagnasi yang dihadapi dunia pesantren saat ini.

Beberapa narasumber yang dihadirkan antara lain Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wamenristekdikti Prof. Stella Cristie, Dirut SMA TrenSains Sragen Mohammad Fahrurroni, Kepala SMA Mitra Industri MM2100 Bekasi Ibu Lispiyatmini, dan Ketua Yayasan Mitra Industri Mandiri & Deputy Directur Darwoto, SE.

KH. A. Nilzam Yahya, Ketua Panitia, melaporkan persiapan kegiatan, dan mengundang Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk memberikan sambutan dalam acara tersebut, dilansir dari medsos @humasdiy Gubernur DIY berpesan agar PWNU DIY dapat berjalan dengan mengaplikasikan Perda DIY tentang pesantren yang telah ada. “Sembari menunggu Pergub mengenai pesantren yang akan dipersiapkan,” dhawuh Ngarso Dalem, di Gedhong Wilis, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

Hadir dalam audiensi tersebut antara lain, KH. Mas’ud Masduki, KH. Zuhdi Mudlor, KH Hilmy Muhammad, KH. Mohammad Nilzam Yahya, Agus Sulistiyono, Umaruddin Masdar dan pengurus lainnya.

Konferensi ini nantinya akan dihadiri oleh Pengasuh Pesantren se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga Kepala Sekolah/Madrasah di lingkungan pesantren se-DIY. Dengan jumlah 399 Pondok Pesantren di DIY dan sebanyak 30 ribu santri diharapkan menjadi kekuatan yang secara signifikan mampu menjadi daya pendorong untuk lebih memajukan Daerah Istimewa Yogyakarta lewat sumber daya yang unggul dan mampu bersaing bahkan dapat melahirkan pemikir dan ulama yang berkualitas global, semoga ini menjadi inisiatif daerah-daerah yang lain untuk ikut menjadi motor penggerak perubahan dunia pesantren ke arah yang lebih baik.

Umaruddin Masdar, Sekretaris Panitia menambahkan, bahwa para narasumber adalah pakar karena sudah punya rule model pengembangan pola pendidikan modern pesantren yang berbasis teknologi dan industri – untuk menggali, mendesain, dan membangun pesantren yang mandiri, mampu mempersiapkan generasi muda unggul menghadapi tantangan dan peluang masa depan, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasar pesantren. Tema ini juga menegaskan bahwa pesantren harus memiliki respon adaptif terhadap tuntutan zaman melalui transformasi dan model pembelajaran pesantren.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan pengelola dan pemangku kepentingan pesantren akan pentingnya transformasi pesantren agar lebih produktif melalui inovasi-inovasi,” pungkas Umaruddin Masdar yang juga Wakil Ketua DPRD DIY. *Penulis/Editor: Rochmad/Retnowati

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *